Tentang Situs

Diposting oleh mokh. sholihul hadi Selasa, 12 Mei 2009 1 komentar

Situs Engineering-Indonesia.blogspot.com bertujuan memperkenalkan lebih luas tentang Ilmu Teknik dan perkembangannya dalam bahasa Indonesia melalui sarana internet. Latar belakang dikembangkannya Engineering-Indonesia.blogspot.com bermula dari kurangnya situs tentang Ilmu Teknik berbahasa Indonesia yang meliputi beberapa bidang ilmu. Situs ini diharapkan dapat memberikan motivasi kepada pembaca terutama pelajar dan mahasiswa untuk lebih memperdalam ilmu Teknik . Sebagai langkah awal dipilihlah blogger.com untuk menampung artikel-artikel yang masuk. Jika di kemudian hari keminatan akan konten situs ini tinggi, tidak menutup kemungkinan untuk menggunakan alamat domain sendiri.
Engineering-Indonesia.blogspot.com membuka kesempatan kepada seluruh kontributor untuk mengkontribusikan artikel ilmiah, profil, hasil penelitian, skripsi dan informasi penting lainnya yang berhubungan dengan ilmu Teknik dengan mengirim ke artikel dan informasi tersebut ke alamat e-mail admin situs ini: m_sholihul_hadi@yahoo.com

Port Serial pada Komputer

Diposting oleh mokh. sholihul hadi Senin, 11 Mei 2009 1 komentar


Dikenal dua cara komunikasi data secara serial, yaitu komunikasi data serial secara sinkron dan komunikasi data serial secara asinkron. Pada komunikasi data serial sinkron, clock dikirimkan bersama-sama dengan data serial, tetapi dibangkitkan secara sendiri-sendiri baik pada sisi pengirim (transmitter) maupun pada sisi penerima (receiver). Pada IBM PC compatible port serial-nya termasuk jenis asinkron. Komunikasi data serial ini dikerjakan oleh UART (Universal Asyncronous Receiver or Transmitter). IC UART dibuat khusus untuk mengubah data parallel menjadi data serial dan menerima data serial yang kemudian diubah kembali menjadi data parallel. IC UART 8250 dari intel merupakan salah satunya. Selain bentuk IC mandiri, berbagai macam mikrokontroler ada yang dilengkapi UART, misalnya keluarga mikrokontroler MCS 51 (termasuk AT89C2051).
Pada UART kecepatan pengiriman data (baud rate) dan fase clock pada sisi transmitter dan pada sisi receiver harus sinkron. Untuk itu diperlukan sinkronisasi antara transmitter dan receiver. Hal ini dilakukan oleh bit ‘Start’ dan bit ‘Stop’. Ketiga saluran transmisi dalam keadaan idle, output UART adalah berlogika ‘1’. Ketika transmitter ingin mengirimkan data, output UART akan diset terlebih dahulu ke logika ‘0’ untuk waktu satu bit. Sinyal ini pada receiver akan dikenali sinyal start yang digunakan untuk mensinkronkan fase clock-nya sehigga sinkron dengan fase clock transmitter. Selanjutnya, data akan dikirimkan secara serial dari bit paling rendah sampai bit paling tinggi. Selanjutnya, akan dikirim sinyal ‘Stop’ sebagai akhir dari pengiriman data serial. Cara pemberian kode data yang disalurkan tidak ditetapkan secara pasti.

Kecepatan transmisi (baud rate) dapat dipilih bebas dalam rentang tertentu. baud rate yang umum dipakai adalah 110, 135, 150, 300, 600, 1200, dan 9600 (bit/detik). Dalam komunikasi data serial, baud rate dari kedua alat yang berhubungan harus diatur pada kecepatan yang sama. Selanjutnya, harus ditentukan panjang data 6, 7 atau 8 bit, paritas (genap, ganjil, atau tanpa paritas), dan jumlah bit ‘Stop’ (1, 1,5 atau 2 bit).

download tulisan lengkap (coming soon)

Prinsip Kerja ADC 0809

Diposting oleh mokh. sholihul hadi Sabtu, 09 Mei 2009 3 komentar

Fungsi ADC adalah menterjemahkan data berupa sinyal analog menjadi sinyal digital. Tegangan analog yang masuk ke ADC berbanding lurus dengan output biner. Prinsip kerja ADC 0809 dengan menggunakan konsep pengubahan analog ke digital adalah sampling (mengambil contoh dalam waktu tertentu), kemudian mewakilinya dalam bilangan digital dengan batas yang sudah diberikan. Pengambilan data dalam waktu tertentu dan merubah dari sinyal analog ke digital atau biner dan akan tetap dipertahankan sampai biner seterusnya (LATCH).
1. Karakteristik ADC 0809
a. Resolusi ADC IC ADC 0809 mempunyai 8 masukan analog, sehingga dapat menerima masukan diferensial. Kalau masukan analog berupa tegangan tunggal, tegangan ini harus dihubungkan dengan Vin (+), sedangkan Vin (-) digroundkan. Untuk operasi normal, ADC 0809 menggunakan Vcc = +5 Volt sebagai tegangan referensi. Dalam hal ini jangkauan masukan analog mulai dari 0 Volt sampai 5 Volt (skala penuh), karena IC ini adalah SAC 8-bit,
download tulisan lengkap (coming soon)

Port Paralel pada Komputer

Diposting oleh mokh. sholihul hadi 2 komentar

Port paralel adalah port data di komputer untuk mentransmisi 8 bit data dalam sekali detak. Standar port paralel yang baru adalah IEEE 1284 yang dikeluarkan tahun 1994. standar ini mendefinisikan 5 mode operasi sebagai berikut:
1. mode kompatibilas
2. mode nible
3. mode byte
4. mode EPP (enhanced parallel port)
5. Mode ECP (extended capability port)
Tujuan dari standar yang baru tersebut adalah untuk mendesain driver dan peralatan yang baru yang kompatibel dengan peralatan lainnya serta standar paralel port sebelumnya (SPP) yang diluncurkan tahun 1981. mode kompatibilitas, nibble, dan byte digunakan sebagai standar perangkat keras yang tersedia di port paralel orisinal di mana EPP dan ECP membutuhkan tambahan hardware, yang dapat beroperasi dengan kecepatan yang lebih tinggi. Mode kompatibilitas (“Mode Centronics”) hanya dapat mengirimkan data pada arah maju pada kecepatan 50 kbytes per detik hingga 150 kbytes per detik. Untuk menerima data, mode port paralel harus diubah menjadi mode nible atau byte. Mode nibble dapat menerima 4 bit (nibble) pada arah mundur, misalnya dari alat ke komputer. Mode byte menggunakan fitur bidirectional parallel untuk menerima 1 byte (8 bit) data pada arah mundur. IRQ (Interupt Request) pada port paralel biasanya pada IRQ5 atau IRQ7.
Port paralel Extend dan Enhanced menggunakan hardware tambahan untu membangkitkan dan mengatur handshaking. Untuk mengeluarkan 1 byte ke printer menggunakan mode kompatibilitas, software harus:
-Menulis byte ke data port.
-Mengecek apakah printer sibuk, jika sibuk port paralel tidak akan menerima data, sehingga data yang telah ditulis akan hilang.
-Membuat strobe (pin 1) berlogika low. Hal ini dapat memberitahukan kepada printer bahwa data yang benar telah berada di jalur data.
-Membuat strobe berlogika high lagi setelah menunggu sekitar 5 mikrodetik setelah membuat strobe berlogika low.

Pembatasan kecepatan inilah yang menunjukkan kecepatan proses transfer data pada port paralel. Port EPP dan ECP mengizinkan hardware mengecek jika printer sibuk dan mengeluarkan sinyal strobe atau handshaking lainnya. Ini berarti hanya satu instruksi I/O yang harus dilakukan, yang akan meningkatkan kecepatan. Port-port tersebut dapat mengeluarkan data antara 1-2 megabytes tiap detiknya. Port ECP juga mempunyai kelebihan menggunakan saluran DMA dan buffer FIFO. Jadi, data dapat digeser tanpa memakai instruksi I/O.
download tulisan lengkap (coming soon)

Mengenal Mikrokontroler AVR ATMega16

Diposting oleh mokh. sholihul hadi 1 komentar

AVR merupakan seri mikrokontroler CMOS 8-bit buatan Atmel, berbasis arsitektur RISC (Reduced Instruction Set Computer). Hampir semua instruksi dieksekusi dalam satu siklus clock. AVR mempunyai 32 register general-purpose, timer/counter fleksibel dengan mode compare, interrupt internal dan eksternal, serial UART, programmable Watchdog Timer, dan mode power saving, ADC dan PWM internal. AVR juga mempunyai In-System Programmable Flash on-chip yang mengijinkan memori program untuk diprogram ulang dalam sistem menggunakan hubungan serial SPI. ATMega16.
ATMega16 mempunyai throughput mendekati 1 MIPS per MHz membuat disainer sistem untuk mengoptimasi konsumsi daya versus kecepatan proses.
Beberapa keistimewaan dari AVR ATMega16 antara lain:
1. Advanced RISC Architecture
§ 130 Powerful Instructions – Most Single Clock Cycle Execution
§ 32 x 8 General Purpose Fully Static Operation
§ Up to 16 MIPS Throughput at 16 MHz
§ On-chip 2-cycle Multiplier
2. Nonvolatile Program and Data Memories
§ 8K Bytes of In-System Self-Programmable Flash
§ Optional Boot Code Section with Independent Lock Bits
§ 512 Bytes EEPROM
§ 512 Bytes Internal SRAM
§ Programming Lock for Software Security

3.Peripheral Features
§ Two 8-bit Timer/Counters with Separate Prescalers and Compare Mode
§ Two 8-bit Timer/Counters with Separate Prescalers and Compare Modes
§ One 16-bit Timer/Counter with Separate Prescaler, Compare Mode, and Capture Mode
§ Real Time Counter with Separate Oscillator
§ Four PWM Channels
§ 8-channel, 10-bit ADC
§ Byte-oriented Two-wire Serial Interface
§ Programmable Serial USART
4. Special Microcontroller Features
§ Power-on Reset and Programmable Brown-out Detection
§ Internal Calibrated RC Oscillator
§ External and Internal Interrupt Sources
§ Six Sleep Modes: Idle, ADC Noise Reduction, Power-save, Power-down, Standby and Extended Standby
5. I/O and Package
§ 32 Programmable I/O Lines
§ 40-pin PDIP, 44-lead TQFP, 44-lead PLCC, and 44-pad MLF
6.Operating Voltages
§ 2.7 - 5.5V for Atmega16L
§ 4.5 - 5.5V for Atmega16

download tulisan lengkap (coming soon)

Blogumulus by Roy Tanck and Amanda FazaniInstalled by CahayaBiru.com

Followers

About Me

Foto Saya
mokh. sholihul hadi
silahkan kunjungi blog saya di msholihulhadi.wordpress.com untuk tahu lebih banyak tentang saya, dan aktifitas saya selama ini.
Lihat profil lengkapku